Senin, 07 Juli 2008

Kutub Utara Tanpa Es Mulai Tahun Ini


Kutub Utara Tanpa Es Mulai Tahun Ini


JAKARTA, MINGGU - Kenaikan suhu di kawasan Arktik, kutub utara, menyebabkan pencairan es yang semakin cepat dan meluas. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, wilayah kutub utara mungkin tanpa es pada musim panas tahun ini.

"Kami memprediksi tahun ini kawasan kutub utara mungkin bebas dari es untuk pertama kalinya," ujar David Barber, peneliti dari Universitas Manitoba, yang tengah melakukan ekspedisi dengan kapal pemecah es Kanada, CCGS Amundsen.

Pendapat Barber didukung pengamatan langsung dan citra satelit. Data menunjukkan, sebagian besar es di sana merupakan lapisan muda yang berusia kurang dari setahun. Lapisan tersebut terbentuk sepanjang musim dingin.

Es muda sangat rapuh dan berisiko mencair pada musim panas lebih tinggi dari es abadi yang terbentuk sejak bertahun-tahun. Kenaikan suhu juga berisiko mencairkan lapisan es yang lebih tebal meskipun ada peluang bertahan pada musim panas tahun ini.

Perkiraan ini lebih cepat daripada prediksi selama ini. Pada model iklim sebelumnya, kawasan es Arktik diprediksi baru bebas es untuk pertama kalinya pada tahun 2013-2030. Hal tersebut menunjukkan ancaman pemanasan global datang lebih cepat. "Kita kehilangan 65 persen lapisan es di belahan utara dalam setahun," ujar Barber. Rekor pencairan yang dirasakan tahun lalu, menurut para ilmuwan, disebabkan kombinasi arus hangat, angin kering, dan sinar matahari yang terik. Kombinasi yang merusak itu belum tentu terjadi tahun ini, namun dampaknya sudah mulai terlihat.

Kawasan yang mencair sebenarnya segera tertutup kembali lapisan es karena musim dingin yang juga ekstrem. Namun, lapisan es yang terbentuk terlalu tipis sehingga rentan pecah dan mencair.

Wuuih Ada Baterai dari Buah Salak


Wuuih Ada Baterai dari Buah Salak
Sutikno kaget, ternyata topik sumber arus dalam mata pelajaran fisika yang diajarnya menjadi awal sebuah temuan baru. Bersama para siswanya, guru SMPN 2 Wanadadi Jawa Tengah ini menemukan bahwa campuran buah salak dengan air dapat menghasilkan tegangan sebesar 0,56 volt. "Awalnya saya cuma memikirkan gimana anak-anak bisa terlibat total dalam pembelajaran. Aki itu kan cairan elektrolit, cairannya asam. Salak di daerah kami itu ada yang sangat asam, jadi siapa tahu bisa dipakai," ujar Sutikno seusai mempresentasikan hasil penelitiannya di depan dewan juri Lomba Karya Ilmiah Guru (LKIG) 2008 yang diadakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Depok, Senin (7/7). Dari prinsip itulah Sutikno dan para siswanya mencoba dalam praktikum fisika. Apalagi Wanadadi adalah daerah penghasil salak yang cukup besar. Tiap bulan, menurut Sutikno, pasti ada panen salak. "Orang-orang di sana, termasuk anak didik saya, rata-rata memang hidup dari salak," katanya. Bahan-bahannya adalah buah salak, air, seng sebagai kutub negatif, dan tembaga sebagai kutub positif. Awalnya, buah salak diblender dengan air dengan perbandingan 200 gram:200 ml, lalu dituang ke dalam setengah gelas air mineral. Seng dan tembaga berukuran masing-masing 5 cm yang telah dikaitkan dengan kabel penghantar kemudian dimasukkan ke gelas. Ketika diukur dengan multimeter digital, multimeter menunjukkan tegangan yang dihasilkan 0,56 volt, bahkan ketika dicoba kembali oleh Sutikno, sempat mencapai angka 0,6 volt. Sutikno mengatakan, tegangan listrik yang dihasilkan oleh jus salak ini dapat menghidupkan kalkulator bertegangan 3 volt atau jam digital 1,5 volt. Tentu saja Sutikno menjelaskan, dia harus membuat jus salak lebih banyak lagi hingga tiga gelas untuk 1,5 volt dan enam gelas untuk 3 volt. "Gelas-gelas berisikan jus salak tersebut diserikan hingga tegangannya akumulatif," ujar pria berusia 32 tahun ini. Inovasi ini ditemukan Sutikno berdasarkan tuntutan kurikulum yang harus memberikan stimulan dan pengalaman nyata bagi siswa dalam proses pembelajaran untuk mandiri dan kreatif. "Paling tidak anak-anak punya pengalaman belajar dan kompetensinya tercapai. Fokus kami juga, alam sekitar dapat menjadi tempat belajar dan anak-anak menjadi lebih akrab dengannya," ujar Soetikno yang baru pertama kali mengikuti lomba ini karena diajak Djoko Harwanto, rekan gurunya dari sekolah yang sama. Djoko sendiri sudah malang melintang dalam lomba-lomba karya ilmiah. Dalam presentasinya, dewan juri memuji temuan Sutikno dan memberikan masukan agar Sutikno mempertajam penelitiannya seperti dengan mengukur tingkat keasaman dan elektronnya untuk mencari tahu faktor apa yang paling berpengaruh. "Ya kami belum sanggup untuk itu, alat-alatnya saja enggak lengkap," ujar Sutikno. Untuk itu dirinya berharap ada pihak-pihak yang mau memberikan perhatian terhadap infrastruktur yang memadai di sekolahnya untuk melanjutkan penelitian baterai salak tersebut.

Sabtu, 05 Juli 2008

Obama Bukan yang 'Pertama'


Selasa, 1 Juli 2008 | 07:56 WIB

SENATOR Illinois, Barack Obama, dipastikan menjadi presiden AS kulit hitam pertama jika menang dalam pemilu 4 November 2008 nanti. Tetapi sebenarnya Obama ”bukan” presiden AS kulit hitam yang pertama.

Kalimat yang kedua ini berkaitan dengan banyak film layar lebar dan televisi keluaran Hollywood yang memperlihatkan seorang warga AS keturunan Afrika menjadi presiden. Analis bahkan mengatakan, film-film ini akan membantu para pemilih AS memberikan suara bagi kehadiran seorang presiden AS kulit hitam di Gedung Putih.

Obama sejauh ini sudah mencatat rekor. Dia menjadi seorang warga kulit hitam pertama yang menjadi calon presiden dari sebuah partai besar, Partai Demokrat. Dan sejarah baru akan terukir begitu Obama bisa mengalahkan saingannya, John McCain, dari Partai Republik.

Dan Obama punya peluang menang. Dia selalu unggul dalam jajak pendapat terakhir. Dan film-film Hollywood itu bakal menjadi pendulum suksesnya Obama. John W Matviko, penulis The American President in Popular Culture, seperti dikutip AFP, merasa yakin popularitas mutlak Obama di kalangan pemilih muda merupakan bagian dari faktor film-film keluaran Hollywood itu.

Film layar lebar ataupun televisi soal presiden AS berkulit hitam muncul sejak tahun 1933. Aktor Sammy Davis Jr, yang baru berusia tujuh tahun, kala itu sudah muncul dalam komedi Rufus Jones for President. Atau Aktor kawakan Morgan Freeman dalam film Deep Impact tahun 1998 sudah memperlihatkan seorang presiden AS kulit hitam berkantor di Ruangan Oval, Gedung Putih.

Kehadiran sosok presiden AS berkulit hitam di film dan televisi yang membuat para pemilih muda terbiasa bukan lagi suatu yang asing. Nuansa ini juga yang membuat mengapa Obama sangat mudah diterima oleh para pemilih muda. Intinya, Obama nantinya bukan seorang presiden AS berkulit hitam yang pertama.

”Salah satu fungsi dari budaya populer adalah memperkenalkan ide-ide sekalipun porsinya hanya sedikit melalui sarana yang secara tradisional sangat bisa diterima. Jadi, meskipun hanya sebentar, pada akhirnya bisa juga diterima,” ujar Matviko.

Dan Obama sangat beruntung karena selama ini film atau drama televisi selalu menampilkan seorang presiden AS kulit hitam yang positif. Akibatnya, para pemilih muda di AS punya kesan positif menyangkut kehadiran seorang presiden kulit hitam. Ini yang menjadi bagian dari popularitas Obama di kalangan penduduk atau pemilih usia muda.

”Jadi, pemikiran soal adanya presiden dari kalangan kulit hitam menjadi suatu yang biasa, bukan hanya sebuah isu,” ujar Matviko soal manfaat dari penyajian positif seorang presiden kulit hitam di film dan televisi. Kemenangan dan munculnya Obama jelas suatu yang pasti baik dan positif.

Mengubah arus utama

Penampilan presiden AS berkulit yang positif banyak membantu mengubah sikap utama (mainstream) di AS soal seorang tokoh kulit hitam. Film The Man tahun 1972 yang dibintangi James Earl Jones merupakan film layar lebar pertama yang menyajikan cerita seorang presiden AS berkulit hitam yang baik. Dan sejak itu, sejumlah film dan drama televisi juga menyajikan peran presiden kulit hitam yang sama.

Aktor Dennis Haysbert yang tampil sebagai seorang presiden kulit hitam yang hebat dalam serial televisi 24 yang populer yakin perannya ini sangat berpengaruh. Haysbert kepada surat kabar Los Angeles Times dalam sebuah wawancara baru-baru ini mengatakan, dia tidak ragu karakternya dalam film itu membantu mengubah sikap utama yang ada. ”Terus terang dan jujur, peran yang saya lakukan dan cara bermain dan cara penulis mengisahkan ini telah membuka mata publik Amerika bahwa seorang presiden kulit hitam sangat hebat dan mungkin saja terjadi,” ujar Haysbert.

Karakter presiden AS yang diperankan Haysbert dalam 24 akhirnya terbunuh. Film ini memperlihatkan seorang presiden AS kulit hitam yang berani bersikap dan membuat keputusan tegas yang kadang bertentangan dengan sikap umum. Namun, keputusan ini tepat.

Todd Boyd, pakar film dan budaya Afrika-Amerika di Sekolah Seni Sinematika Universitas Southern California, skeptis dengan pengaruh film-film Hollywood pada hasil pemilu presiden 2008. Sedangkan Robert Thompson, profesor budaya populer pada Syracuse University, mengatakan, boleh saja pengaruh film dan serial televisi pada popularitas Obama. Namun, Thompson yakin penampilan yang menawan dan popularitas Obama yang mengakar yang membuatnya menang.

”Morgan Freeman atau Dennis Haysbert memberikan kredit penting bagi Obama, tapi jangan meremehkan karismanya,” ujar Thompson.

Loyalitas Seorang Senna


Loyalitas Seorang Senna

Satu target Arsenal di bursa transfer musim panas ini pupus. Gelandang berdarah Brasil yang menjadi salah satu pemain kunci Spanyol menjuarai Euro 2008, Marcos Senna memupuskan spekulasi yang menyebutkan dirinya akan segera mendarat di Emirates Stadium. Senna mengakui bahwa dirinya tengah membicarakan perpanjangan kontrak di Villarreal.

Senna yang genap berusia 32 tahun dua pekan ke depan merupakan pemain yang banyak menyita perhatian dari kiprahnya di Austria-Swiss bulan lalu. Manajer Arsenal, Arsene Wenger diklaim kepincut dengannya dan berharap Senna bisa memimpin skuad mudanya dan berduet dengan Cesc Fabregas di lini tengah.

Tapi spekulasi itu rontok setelah holding midfielder berpengalaman itu menyatakan sedang bernegosiasi perihal kontrak baru yang memantapkan komitmennya di Estadio El Madrigal. Kepada The Sun, Senna berkata: “Saya telah bertemu dengan Presiden Villarreal (Fernando Roig) pada Selasa lalu dan kami berbicara mengenai perpanjangan kontrak saya untuk dua tahun ke muka.”

Akan tetapi, “Untuk sekarang ini saya ingin beristirahat. Saya sedang berlibur dan berharap melepaskan diri dari permasalahan (spekulasi) ini. Senna merupakan pemain yang utama di lini tengah bagi pelatih Luis Aragones untuk membawa Spanyol meraih gelar pertamanya sepanjang 44 tahun.

Roig sebelumnya menyatakan bahwa Senna betah di Villarreal dan pihaknya tidak takut akan kehilangan wakil kaptennya. Jika sampai Senna berlabuh maka itu akan menjadi nilai tambah bagi Arsenal. Kematangannya akan memberi sentuhan yang dibutuhkan skuad muda The Gunners. Namun di satu sisi The Yellow Submarines tidak akan melepaskannya begitu saja mengingat musim depan mereka berlaga di Liga Champions.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More